Blog Pilkades

PILKADES DARI MASA KE MASA (bagian 1)

Pemilihan kepala Desa merupakan perhelatan demokrasi tertua dalam menentukan seorang pemimpin yg mempunyai wilayah kekuasaan.
Mengapa tertua? Karena pemilihan langsung presiden, gubernur dan bupati ternyata baru muncul pada dekade 2000an atau pasca reformasi, sedangkan pilkades telah dilaksanakan lebih dahulu bahkan konon telah dilaksanakan sebelum republik ini berdiri. 

Pada awalnya pemilihan langsung kepala desa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, seluruh penduduk yg telah dewasa berkumpul dalam sebuah tempat yng cukup luas, disana sudah terdapat beberapa calon kepala Desa, kemudian penduduk yang hadir tersebut jongkok di hadapan para calon, selanjutnya dihitung siapa calon kepala Desa yang dihadapannya  paling banyak yang jongkok maka dia lah pemenangnya.

Tahap berikutnya dari pilkades yang terjadi di masa lalu adalah dengan media lidi/biting dan bumbung (wadah yang terbuat dari bambu)
Sistem ini lebih bersifat rahasia dibanding dg cara jongkok.
Dalam pelaksanaannya bagi para calon kepala desa disediakan bumbung didalam kukubung (bilik TPS) kemudian panitia menyerahkan biting khusus kepada pemilih dan pemilih memasuki kukubung tersebut untuk memasukkan bitingnya ke dalam bumbung milik.calon kepala desa pilihannya dan diakhir proses pemilihan dihitung siapa yang bumbungnya paling hanyak berisi biting maka dialah pemenangnya.

Dalam hal calonnya hanya 1 orang, maka bumbung yang disediakan sebanyak 2 buah dimana 1 buah untuk calon kepala desa dan satu bumbung lagi disediakan bagi warga yang tidak memilih calon yang ada atau dikenal sampai sekarang dengan sebutan bumbung kosong.

Dan uniknya sampai sekarang masih banyak orang yang mengatakan biting sebagai istilah lain dari hak untuk memilih.
(bersambung)

*di atas kereta ekonomi PROGO cirebon-Jakarta